Merasa Tersinggung

Saya bingung mengapa orang lain tersinggung dan kenapa perasaan tersebut melukai perasaan.

Saya kadang tersinggung sama hal-hal kecil yang seharusnya tidak membuat orang pada umumnya tersinggung,begitu juga sebaliknya.

Yang paling irasional adalah ketika orang tidak bermaksud menyinggung tapi kira justru terlukai,jadi timbul pertanyaan apakah kita yang melukai perasaan kita sendiri dengan persepsi kita?

Ada beberapa hal yang membuat orang tersinggung menurut saya yaitu 

  1. Ketika mendengar sebuah kalimat yang mengingatkan kejadian di masa lalu,biasanya kejadian tak menyenangkan di masa lalu yang berkaitan dengan ucapan yang di ucap orang lain
  1. Ketika seseorang dikritik terus mereka merasa bahwa kita berusaha menghancurkan percaya dirinya,biasanya mereka merasa bahwa yang mengkritik adalah orang yang iri terhadap posisinya jika dia merasa bahwa si pengkritik lebih rendah dari dirinya
  2. Perasaan tersinggung digunakan sebagai teknik melindungi diri sendiri dari ketidaknyaman,ya karena mengetahui bahwa kita salah adalah hal yang tidak menyenangkan.jadi kadang jika berbuat salah perasaan tersinggung adalah hal yang biasa.

Bagaimanapun kita yang menentukan persepsi kita terhadap sebuah singgungan.

Kita bisa menggunakan persepsi bahwa mungkin perbuatan kita memang membuat orang tidak nyaman atau mungkin ada sesuatu yang harus diperbaiki dari kita dan hanya orang lain melihat itu. 

Iklan

Sumbangan sebagai penolak bala

Setiap hari jumat ibu saya selalu menitipkan uang untuk disumbangkan di mesjid,katanya untuk menolak bala yaitu kejadian-kejadian buruk yang mungkin terjadi pada keluarga kita.

Tapi saya bingung,kenapa Ibu saya berusaha menolak bala? Padahal apapun yang terjadi di dunia ini sudah merupakan rencana tuhan dan bukannya dengan memberi sumbangan artinya menginginkan tuhan merubah rencananya pada hidup kita? Siapa kita ingin menyuruh tuhan untuk mengubah rencana yang dibuat untuk umatnya.

Dan bukannya kadang kejadian buruk yang membuat kita tumbuh dan membuat kita menyadari bahwa kita ternyata lebih kuat daripada yang kita kira. Guru agama saya selalu mengatakan bahwa tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tak mampu dihadapi hambanya.

Jadi kenapa perlu menyumbang untuk menolak bala?

Ketahui Nilaimu

Ketahui nilaimu,jangan jual dirimu terlalu murah dan jangan jual dirimu terlalu mahal.

Pikir baik-baik harga dirimu “yang sebenarnya”.



Terlalu sering kamu tertipu oleh dirimu sendiri.


Merasa tinggi dan merasa bahwa kamu pantas terhadap pekerjaan tinggi.


Kamu menjadi barang yang tidak laku dipasaran karena kamu tidak tahu berapa nilai dirimu yang sebenarnya,kamu terlalu sibuk meyakinkan dirimu bahwa kualitas barangmu terlalu bagus.

Kamu hanya yakin tapi tidak mengecek secara langsung dan itu sebabnya barangmu tak laku.


Lihat gambaran besar,ambil harga yang benar-benar pantas sesuai harga umum.

Jangan sampai karena barang-barang yang dijual pedagang sebelahmu lebih busuk akhirnya kamu menjual mahal.


Kamu lupa kalau pedagang bukan hanya kamu,kamu lupa bahwa bukan cuman kamu satu-satunya yang punya barang tersebut .


Itulah yang akan membuat barangmu tidak laku di pasaran.


 Ketahui harga dirimu dipasaran,jangan sampai kamu merasa kamu pantas untuk pekerjaan yang lebih tinggi padahal kamu belum menjadi seseorang yang berkualitas tinggi.


  Bandingkan dirimu dengan orang-orang di dunia ini, jangan karena orang-orang disekitarmu lebih buruk maka kamu memberi harga mahal pada dirimu.

You are going to die.

Berapa banyak waktu yang kamu miliki didunia ini?
Berapa waktu yang kamu miliki dibandingkan usia keberadaan manusia?
Kamu hanya punya waktu yang sangat sedikit
Namun,kamu membuangnya dengan kenikmatan jangka pendek dan kamu telah membuang waktumu yang berharga hanya untuk menjadi “ada” di dunia ini.
Bebaskan dirimu dari rantai yang dibuat oleh pikiranmu dan lingkungan sosialmu,jangan habiskan waktumu dengan menonton hal-hal biasa saja, bermain game dan ataupun melakukan untuk hal-hal yang tidak membuatmu tumbuh sebagai seorang manusia.
Jangan biarkan dirimu hidup bagaikan robot yang hanya bergerak mengikuti perintah.Jangan hanya menjadi “ada” dalam semesta ini.
Hidupi kehidupanmu.

Keterikatan pada Gambaran diri

Siapa aku?

Kadang kamulah yang berusaha menciptakan dirimu sendiri dengan cara menciptakan identitas atau gambaran terhadap diri sendiri.

Kamu takut untuk menolak permintaan seorang teman, karena kamu terikat gambaran dirimu yang baik,kamu takut dengan menolak dapat menghilangkan gambaran dirimu sebagai orang baik.

Kamu takut berubah dan mengubah dirimu menjadi sesuatu berbeda karena ada gambaran tentang dirimu yang telah terikat denganmu.

Kamu takut belajar dan memulai kebiasaan baru karena kamu telah terikat dengan gambaran dirimu yang seorang pemalas dan punya kebiasaan buruk.

Kamu takut menunjukkan perasaanmu yang sensitif kepada wanita karena kamu terikat dengan gambaran dirimu sebagai seorang pria.

Akhirnya kamu tetap sembunyi dalam lingkaran kenyamanan mu,berusaha menghindari kesakitan yang diperlukan.

Lalu bagaimana agar kita tidak takut?

Ialah dengan melepaskan keterikatan diri kita dengan gambaran-gambaran yang kita percayai.
Ini tidak nyaman dan seharusnya memang tidak nyaman.
Ketidaknyamanan itulah yang diperlukan untuk tumbuh sebagai seorang manusia.

Ketika pertama kali kita akan merasa seperti berpura-pura,butuh banyak waktu untuk hal yang baik jadi bagian dari identitas kita.

Tapi itu sepadan.

Tidak ada yang bisa ditulis

Sekali lagi saya bingung mau nulis apa, tidak ada inspirasi, tidak ada motivasi

Tapi bagaimana bisa saya menulis jika saya menunggu motivasi yang jarang datang

Kadang kita hanya mau bertindak ketika motivasi datang kepada kita

Padahal motivasi itu tidak datang setiap hari

Jadi lebih baik melakukan tindakan saja,karena tidak ada gunanya menunggu motivasi datang..

Kematian

Hari ini ibu saya mendapat kabar bahwa kabar bahwa tante ibu saya meninggal siang ini.

Seperti orang pada umumnya,dia merasa kaget dan terkejut karena orang yang ditemuinya hari senin lalu, telah tiada.

Bergegaslah kami menuju ke rumah duka dengan kendaraan saya.

Ibu saya masih kelihatan shock,beberapa kali dia beristighfar dan memegang dadanya,dia merasa tak percaya kalau hal seperti ini terjadi

Sesampai disana saya melihat ada yang berdiri sambil bercerita dengan orang lain,ada juga yang bersedih karena perginya orang tersayang.

Betapa bodohnya kita sebagai manusia,kita tahu bahwa mati adalah bagian dari hidup,kita juga telah melihat kejadian ini terjadi setiap harinya,namun kita tetap membohongi diri kita bahwa hal ini tidak akan terjadi sama kita,kita menyakinkan diri kita bahwa kita akan baik-baik saja,padahal hal ini sudah terjadi dengan orang lain,bahkan orang terdekat kita.

Kadang berita duka hanya menjadi pengingat bahwa kita tidak hidup selamanya,bahkan mungkin orang yang kita sayangi akan pergi nanti,atau bahkan kita sendiri.

Seandainya saja kita menerima kematian dan mempersiapkan diri kita,kita tidak akan marah dan merasa menderita jika hal ini terjadi.

Jadi, hargai orang-orang yang kamu sayangi,hargai setiap waktu yang kamu habiskan bersama mereka karena mereka bisa pergi begitu saja dan tidak ada yang tau kapan,mungkin bisa saja nanti,atau sejam lagi.

Lakukan hal-hal yang kamu mau lakukan,jangan tunggu hari esok,tidak ada yang tau apakah kamu masih hidup sejam lagi.